Canon IXY Digital L4 Camera Contest

See that beautiful camera?? My brother in Japan, Neil Duckett will give you that 7.1MP Canon IXY Digital L4 Camera for Free! Just enter his contest here, make sure your name listed as a contestant, and u got a chance to win that Cam. Also you visit his Japan Singles page here, Good Luckagree5

Posted in Contest | Leave a comment

Hello world!

Welcome to dagdigdug.com. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Dan Beliau Pun Kebanjiran…

KOMPAS.CO.ID – Banjir memang tidak pandang bulu. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seusai dari inspeksi mendadak ke sejumlah tempat di Karawang, saat akan kembali ke Kantor Presiden di Kompleks Istana Presiden untuk memimpin sidang kabinet paripurna, tertahan banjir di depan pusat perbelanjaan Sarinah. Upaya jalan zig-zag tak mampu melepas iring-iringan Presiden dari kemacetan hebat di depan Sarinah. Ketinggian air yang mencapai 50 sentimeter tak mampu ditembus oleh Mercedes Benz berseri SL 600 itu.

Upaya membawa Presiden ke Istana Kepresidenan, Jakarta disiapkan mendadak. Presiden akhirnya dipindahkan dari sedan ke ke jeep Mercedes Benz hitam yang ada di depan Presiden.

Presiden pun turun dan menerobos banjir dengan berjalan kaki untuk berpindah ke jeep. Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi yang ikut rombongan melepas sepatunya dan menggunakan sandal jepit dengan kaus kaki basah kuyup. Melalui jalur bus transjakarta, Presiden dan sebagian besar anggota rombongan berjalan beriringan menuju Istana Merdeka.

Tiba di Istana Negara, Presiden berganti baju koko dan lantas shalat Jumat di Masjid Baiturahim, di sisi barat Istana Merdeka. ”Ya tadi basah, tetapi barokah. Untuk rakyat, basah tidak apa-apa,” ujar Presiden di Kantor Presiden.

*****

Mau rakyat kecil atau presiden sekalipun, kalo udah berhadapan dengan kehendak alam dan Kekuasaan Tuhan, ngga ada satu pun yang bisa menghindar. Makanya Ayo Pelihara Lingkungan !!semangat, masa ngga malu tiap tahun ibukota negara kebanjiran mulu.
APA KATA DUNIA??respek

Posted in News | 3 Comments

CR7 At His Best


Cristiano Ronaldo.
I’m sure this year will be the most important year in his career, bring another treble Winner for Manchester United, EPL top scorer, Euro Winner, and at the end of the year, no doubt, its CR7 who will be the FIFA Footballer Of the Year 2008. Viva CR7, Glory Man United!!

Posted in Sports | Leave a comment

Selamat Jalan Eyang Jenderal

Selamat Jalan, Semoga tenang di alam sana,

Terima kasih atas segalanya untuk bangsa ini, terima kasih….

rosrosros

Innallaha Ghafurur’ Raahim

Posted in News | Leave a comment

Change (and Dream), We Can Believe In!!..

S eiring dengan berubahnya kalender dan pergantian tahun, maka camel journey pun harus berubah. Awalnya saya pengen pindah ke hosting sendiri make wordpress, supaya lebih leluasa mengelola blog dengan tambahan2 plugin dan kustomisasi theme yg lebih beragam. Sempet otak-atik di localhost dan udah siap di upload, akhirnya dengan beberapa pertimbangan, proses pindah rumah itu ngga jadi. Kenapa?? pertama, duit yg udah disiapin buat hostingan+domain dialihkan buat upgrade RAM 2X512MB, kebetulan ada yg jual butuh dan masih bagus, jadi mumpung ada duit, sikat aja deh. Kedua, saya masih betah nge-blog disini, walopun ga seleluasa kalo punya hosting sendiri, seenggaknya blogspot masih bisa memenuhi hobi saya buat ngotak-atik layout, apalagi blog ini pageranknya udah 4, kan sayang kalo ditinggalin gitu aja.Jadi akhirnya dipilih opsi berikutnya yaitu kembali mengutak atik dan merubah template yang ada sekarang.

Maaf, saya menghamili istri menghabiskan bandwidth anda respek
Pertama, dari tampilan. Yang paling keliatan mungkin dari color schemenya yg diganti jadi dari light-blue jadi grey-blue,berubahnya beberapa style CSS seperti blockquote, font-style, dsb. Intinya pengen ganti suasana biar lebih adem dan nyaman diliat, trus comment form, yang sekarang udah dibikin dibawah setiap post supaya bisa lebih cepet kalo mau ngisi comment, jadi rada mirip2 punya wordpress :D .Nah dengan segala perubahan dan penambahan image, pasti proses loadingnya bakal rada lama, jadi maaf , itung2 ngelatih kesabaran :D

Selain perubahan “kulit”, di tahun ini juga saya pengen mengubah “isi”. saya pengen di tahun ini lebih banyak nulis posting sendiri, karena di tahun kemaren masih lebih dominan salinan2 nerd. saya pengen proses kreatif dalam menulis lebih keluar, supaya pernyataan kalo “blog adalah tempat mengekspresikan diri” itu bener-bener bisa saya lakukan. saya pengen di 2008 ini nulis tentang topik yang lebih luas, belajar lebih banyak, blogwalking ke tetangga lebih sering, ngasih comment lebih rajin, and be a good blogger. Dan satu mimpi saya tahun ini, mudah2an bisa hadir di Pesta Blogger 2008. InsyaAllah.

Dunia ini selalu berubah, semuanya bergerak dinamis ke berbagai arah. Itulah yang pengen saya lakukan di 2008, sebuah perubahan. Sebuah perubahan dalam hidup, melupakan semua keburukan dan kebodohan yang dilakukan di tahun sebelumnya,menata kembali arah langkah, memanfaatkan momentum titik balik, lalu terbang dengan keyakinan meraih mimpi yang menggantung tinggi, berusaha mencapainya.

“Hanya mimpi dan keyakinan yang bisa membuat manusia berbeda dengan makhluk lain. Hanya mimpi dan keyakinan yg membuat manusia sangat istimewa di hadapan Sang Pencipta. Dan yang bisa dilakukan seorang makhluk bernama manusia terhadap mimpi-mimpi dan keyakinannya mereka hanya tinggal mempercayainya. Tuhan telah memberikan kebebasan bahwa setiap manusia bisa memulai kembali semuanya dari sekarang, untuk membuat akhir yang baru, akhir yang lebih indah.(5cm-Donny Dhirgantoro)

Meminjam slogan kampanyenya Barack Obama dengan sedikit tambahan, let’s say:

Change (and dream), We can Believe in!…agree5

Posted in Mind Talk, My BlogLife | 1 Comment

Kematian Paman Gober

Cerpen Oleh: Seno Gumira Ajidarma

Prolog: saya tau cerpen ini pas baca kompas hari minggu kemaren, tentang butet kertarejasa yang membacakan cerpen karangan Seno GA ini di suatu pementasan. setelah ditelaah, ternyata cerpen yang dibuat tahun 94 ini pas sekali dengan apa yg terjadi akhir2 ini, tokoh gober dianalogikan kepada mantan penguasa negeri ini yang sedang terbaring sakit, sementara media terus memberitakan tentang kondisinya, bahkan sampai meliput ke tempat pemakamannya, padahal yang bersangkutan masih belum resmi dinyatakan wafat. Masyarakat pun terus memantau kondisi “sang eyang” ini, persis seperti para bebek menunggu kabar kematian paman gober. Sebuah cerpen yang menarik…

****

Kematian paman gober ditunggu-tunggu semua bebek. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain menunggu-nunggu saat itu. Setiap kali penduduk Kota Bebek membuka koran, yang mereka ingin ketahui hanya satu hal: apakah hari ini Paman Gober sudah mati. Paman Gober memang terlalu kuat, terlalu licin, dan bertambah kaya setiap hari. Gudang-gudang uangnya berderet dan semuanya penuh. Setiap hari Paman Gober mandi uang di sana, segera setelah menghitung jumlah terakhir kekayaannya, yang tak pernah berhenti bertambah.

Begitu kayanya Paman Gober, sehingga ia tak bisa hafal lagi pabrik apa saja yang dimilikinya. Bila terlihat pabrik di depan matanya, ia hampir selalu berkata, “Oh, aku lupa, ternyata aku punya pabrik sepatu.” Kejadian semacam ini terulang di muka pabrik sandal, pabrik rokok, pabrik kapal, pabrik arloji, maupun pabrik tahu-tempe. Boleh dibilang, hampir tidak ada pabrik yang tidak dimiliki Paman Gober. Ibarat kata, uang dicetak hanya untuk mengalir ke gudang uang Paman Gober.

Meskipun kaya raya, anggota klub milyarder no.1, Paman Gober adalah bebek yang sangat pelit. Bahkan kepada keluarganya, Donal bebek, ia tidak pernah memberi bantuan, meski Donal telah bekerja sangat keras. Malah Donal ini, beserta keponakan-keponakannya Kwak, Kwik, dan Kwek, hamper selalu diperas tenaganya, dicuri gagasannya, dan hasilnya tidak pernah dibagi. Cendekiawan jenius Kota Bebek, Lang Ling Lung, yang di muka rumahnya tertera papan nama “Penemu, Bisa Ditunggu”, pun hampir selalu diakalinya.

Sudah berkali-kali Gerombolan Siberat, tiga serangkai kelas kakap, menggarap gudang uang Paman Gober, namun keberuntungan selalu berada di pihak Paman Gober. Paman Gober tak terkalahkan, bahkan oleh Mimi Hitam, tukang tenung yang suka terbang naik sapu. Sudah beberapa kali Mimi Hitam berhasil merebut Keping Keberuntungan, jimat Paman Gober, namun keping uang logam kumuh itu selalu berhasil direbut kembali. Tidak bisa dipungkiri, Paman Gober memang pekerja kras. Masa mudanya habis di lorong-lorong gua emas. Sebuah gunung emas yang ditemukannya menjadi modal penting yang telah melambungkannya sebagai taipan tak tersaingi dari Kota Bebek.

Suatu hal yang menjadi keprihatinan Nenek Bebek, sesepuh Kota Bebek yang mengasingkan ke sebuah pertanian jauh di luar kota, adalah kenyataan bahwa Paman Gober dicintai kanak-kanak sedunia. Paman Gober menjadi legenda yang disukai. Paman Gober begitu rakus. Paman Gober
begitu pelit. Tapi ia tidak dibenci. Setiap kali ada orang mengecam, menyaingi, pokoknya mengancam reputasi Paman Gober sebagai orang kaya, justru orang itu tidak mendapat simpati. Paman Gober bisa menangis tersedu-sedu meski hanya kehilangan uang satu sen. Ia sama sekali bukan tokoh teladan, tapi mengapa ia bisa begitu dicintai? “Dunia sudah jungkir balik,” ujar Nenek Bebek kepada Gus Angsa, yang meski suka makan banyak, sangat malas bekerja. Namun Gus Angsa sudah tertidur sembari bermimpi makan roti apel.

Suatu hari dia pasti mati,” ujar Kwik.

“Memang pasti, tapi kapan?” Kwak menyahut.

“Kwek!” Hanya itulah yang bisa dikatakan Kwek.

Dasar bebek.

Begitulah, setiap hari, Lubas, anjing dirumah Donal, membawa koran itu dari depan pintu ke ruang tengah.

“Belum mati juga!”

Donal segera membuang lagi Koran itu dengan kesal. Karena memang tiada lagi berita yang bisa dibaca di Koran. Banyak kabar, tapi bukan berita. Banyak kalimat, tapi bukan informasi. Banyak huruf, tapi bukan pengetahuan. Koran-koran telah menjadi kertas, bukan media. Semua bebek memang menunggu kematian Paman Gober. Itulah kabar terbaik yang mereka harapkan terbaca. Paman Gober sendiri sebenarnya sudah siap untuk mati. Maklumlah, sebagai generasi tua di Kota Bebek, umurnya cukup uzur. Untuk kuburannya sendiri, ia telah membeli sebuah bukit, dan membangun mausoleum di tempat itu. Jadi, bukannya Paman Gober tidak mau mati. Ia sudah siap untuk mati.

“Mestinya, bebek seumur saya ini, biasanya ya sudah tahu diri, siap masuk ke liang kubur. Makanya, ketika saya diminta menjadi Ketua Perkumpulan Unggas Kaya, saya merasakan kegetiran dalam hati saya, sampai beberapa lama saya bisa bertahan? Apa tidak ada bebek lain yang mampu menjadi ketua?”

Kalimat semacam itu masuk ke dalam buku otobiografinya, Pergulatan Batin Gober Bebek, yang menjadi bacaan wajib bebek-bebek yang ingin sukses. Hampir setiap bab dalam buku itu mangisahkan bagaimana Paman Gober memburu kekayaan. Mulai dari harta karun bajak laut, pulau emas, ampai sayuran yang membuat bebek-bebek giat bekerja, meski tidak diberi upah tambahan. Bab terakhir diberi judul “Sampai Kapan Saya Berkuasa?”. Memang, Paman Gober adalah ketua terlama Perkumpulan Unggas Kaya. Entah kenapa, ia selalu terpilih kembali, meski pemilihan selalu berlangsung seolah-olah demokratis. Begitu seringnya ia terpilih, sampai-sampai seperti tidak ada calon yang lain lagi.

“Terlalu, masak tidak ada bebek lain?”

Paman Gober selalu berbasa-basi. Namun, entah kenapa, kini bebek-bebek menjadi takut. Paman Gober, memang, terlalu berkuasa dan terlalu kaya. Setiap hari yang dilakukannya adalah mandi uang. Ketika Donal Bebek bertanya dengan kritis, mengapa Paman Gober tidak pernah peduli kepada tetangga, bantuan keuangannya kepada Donal segera dihentikan.

“Kamu bebek tidak tahu diri, sudah dibantu, masih meleter pula.”

“Apakah saya tidk punya hak bicara?”

“Bisa, tapi jangan asal meleter, nanti kamu aku sembelih.”

“Aduh, kejam sekali, menyembelih bebek hanya dilakukan manusia.”

“Ah, siapa bilang bebek tidak kalah kejam dari manusia.”

“Lho, manusia makan bebek, apakah bebek makan manusia?”

“Yang jelas manusia bisa makan manusia.”

“Tapi Paman mau menyembelih sesame bebek, apakah sudah mau meniru sifat manusia?”

Paman Gober mempunyai banyak musuh, namun Paman Gober suka memelihara musuh- musuh yang tidak pernah bisa mengalahkannya itu, justru untuk menunjukkan kebesarannya. Paman Gober sering muncul di televisi. Kalau Paman Gober sudah bicara, kamera tidak berani putus, meskipun kalimat-kalimatnya membuat bebek tertidur. Paman Gober selalu menganjurkan bebek bekerja keras, seperti dirinya, dan Paman Gober juga semakin sering menceritakan ulang jasa-jasanya kepada warga Kota Bebek.

“Coba, kalau aku tidak membangun jalan, air mancur, dan monumen, apa jadinya Kota Bebek?”

Tidak ada yang berani melawan. Tidak ada yang berani bicara.

“Paman Gober,” kata Donal suatu hari, kenapa Paman tidak mengundurkan diri saja, pergi ke pertanian seperti Nenek, menyepi, dan merenungkan arti hidup? Sudah waktunya Paman tidak terlibat lagi dengan urusan duniawi.”

“Lho, aku mau saja Donal. Aku mau hidup jauh dari Kota Bebek ini. Memancing, main golf, makan sayur asem, dan membaca butir-butir falsafah hidup bangsa bebek. Tapi, apa mungkin aku menolak untuk dicalonkan? Apa mungkin aku menolak kehormatan yang segenap unggas?

Terus terang, sebenarnya sih aku lebih suka mengurus peternakan.”

Maka hari-hari pun berlalu tanpa penggantian pimpinan. Demokrasi berjalan, tapi tidak memikirkan pimpinan, karena memang hanya ada satu pemimpin. Segenap pengurus bisa dipilih berganti-ganti, namun kedudukan Paman Gober tidak pernah dpertanyakan. Para pelajar seperti Kwik, Kwek, dan Kwak menjadi bingung bila membandingkannya dengan sejarah kepemimpinan kota lain. Kota Bebek seolah-olah memiliki pemimpin abadi. Generasi muda yang lahir setelah Paman Gober berkuasa bahkan sudah tidak mengerti lagi, apakah pemimpin itu memang bisa diganti. Mereka pikir keabadian Paman Gober sudah semestinya.

Dan itulah celakanya kanak-kanak mencintai Paman Gober. Riwayat hidup Paman Gober dibikin komik dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Bebek terkaya yang sangat pelit dan rakus ini menjadi teladan baru. Nenek Bebek tidak habis pikir, mengapa pendidikan, yang mestinya semakin canggih, membolehkan budi pekerti seperti itu. Generasi muda ingin meniru Paman Gober, menjadi bebek yang sekaya-kayanya, kalau bisa paling kaya di dunia.

“Paling kaya di dunia?” Kwak bertanya.

“Iya, paling kaya di dunia,” jawab Nenek Bebek.

“Apakah itu hakikat hidup bebek?”

“Bukan, itu hakikat hidup Paman Gober.

Sementara itu, nun di gudang uangnya yang sunyi, Paman Gober masih terus menghitung uangnya dari sen ke sen, tidak ditemani siapa-siapa. Matanya telah rabun. Bulunya sudah rontok. Sebetulnya ia sudah pikun, tapi ia bagai tak tergantikan.

Semua bebek menunggu kematian Paman Gober. Tiada lagi yang bisa dilakukan selain menunggu-nunggu saat itu. Setiap kali penduduk Kota Bebek membuka koran, yang ingin mereka ketahui hanya satu: apakah hari ini Paman Gober sudah mati. Setiap pagi mereka berharap akan membaca berita Kematian Paman Gober, di halaman pertama.

Jakarta, 16 Agustus 1994

Posted in La Sastra | 2 Comments

Tatkala Hati Membeku

Pernahkah kita merenung, sudah berapa kali pernah kita menangis karena takut dan mengharap pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, merasa ngeri ketika ingat nerakanya, atau terkenang dengan beratnya dosa yang pernah kita lakukan? Sudah berapa kali solat yang kita kerjakan dapat kita nikmati karena kita mampu merenungi makna-makna ayat-ayat Al-Qur’an yang kita baca? Pernahkah kita berfikir, mengapa sulit sekali untuk menghampiri-Nya? Penyebabnya tidak lain adalah bekunya hati kita yang menyebabkan kita sulit untuk mengalirkan air mata keinsafan serta tidak pernah khusyuk dalam shalat.

Berikut ini adalah beberapa penyebab kebekuan hati yang kita alami. Sehingga kalau kita sudah mengetahui penyebabnya, kita bisa mengobati hati kita yang sudah terlalu
kebawa arus duniawi.

1. Bergaul yang tidak Berfaedah.
Kawan sebaya punya pengaruh yang signifikan pada diri kita. Dia akan memberikan warna dalam keperibadian kita. Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam memberi perumpamaan:

“Teman yang tidak baik itu seperti tukang besi, ,mau ngga mau pasti yang ada di sampingnya kebagian merasakan udara yang panas. Manakala teman yang baik itu ibarat penjual wangi-wangian, semerbak harumnya turut berpindah pada diri temannya.”

karena itu kita harus mampu mengendalikan diri dengan baik agar tidak terjebak dalam pergaulan yang tidak bermanfaat, maka cari deh teman yang baik, seiring kehendak Allah Ta’ala.

2. Berbicara yang tidak Perlu.
Sering sekali kita membicarakan hal-hal yang kadang-kadang tidak ada manfaatnya, baik untuk dunia maupun akhirat kita. Hati-hati dengan lisan kita, salah bicara urusannya sia-sia. Apakah kita lupa bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan lidah hanya satu dan telinga ada dua, dengan tujuan yaitu supaya kita lebih banyak diam untuk mendengar daripada bicara.

Namun kita sangat sering melupakan hal ini apalagi kalau sedang asyik berbicara, kita lupa untuk mendengar. Jadi perlu dijaga kata-kata agar tidak sia-sia. Karena itu kebiasaan bergosip/mengumpat/ghibah mesti dikurangi sedikit-sedikit hingga akhirnya dibuang terus.

3. Memandang Yang tidak Perlu.
Tidak mengawal pandangan akan menimbulkan tiga akibat negatif yaitu; terkena panahan iblis yang beracun. Oleh karena itu Nabi menyatakan, yang artinya:

“Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.” (HR: Ahmad).

Syaitan masuk seiring pandangan untuk menyalakan api syahwat. Membuat hati lupa dan menyibukkannya sehingga terjerumus ke dalam mengikuti hawa nafsu dan kelalaian.

4. Berlebih-lebihan dalam Makan.

Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan:

“Selama 16 tahun aku hanya pernah kenyang sekali saja, yang akhirnya kumuntahkan. karena kenyang itu membuat badan terasa berat, hati menjadi keras, kepandaian menjadi hilang, menyebabkan ngantuk dan membuat orang lemah dalam beribadah.”

Jadi makan itu biarlah sekadarnya saja, kalau bisa jangan sampai terlalu kekenyangan. Tidak sehat dan juga menumbuhkan benih kemalasan.

5. Tidur yang Berlebihan.

Coba kita renungkan sabda Nabi SAW tentang orang yang tidur satu malam penuh, bangun-bangun sudah pagi terik tanpa solat malam (dan solat subuh),

“Itulah orang yang telinganya atau kedua telinganya dikencingi syaitan.” (HR:Bukhari dan Muslim).

6. Merendah-rendahkan kedudukan ulama.

Sedangkan Allahlah yang meninggikan derajat orang-orang yang berilmu. Pelecehan atau perbuatan memburuk-burukkan orang lain amat dibenci Allah, apalagi jika perbuatan ini ditujukan pada orang-orang yang berilmu yang dekat di sisi-Nya.

7. Tidak Membaca Al Qur’an dengan Merenungi Maknanya.

Firman Allah SWT:

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran atau adakah hati mereka yang terkunci?”
(QS: Muhammad: 24).

Orang yang tidak merenungi ayat–ayat Al Qur’an, tidak hanya satu atau dua halangan yang mengunci hatinya. Bahkan dalam hati tersebut terdapat banyak penghadangnya, yang hanya dapat dibuka satu-satu apabila kembali merenungi maksud dan mentadabburi al-Qur’an.

8. Tidak Merenungi Kematian, Alam Kubur, Syurga, dan Neraka.

Nabi menganjurkan kita untuk menziarahi kubur, agar kita teringat akan akhirat. Nabi juga memerintahkan untuk banyak mengingat kematian yang merupakan penghapus kesenangan hidup. (HR: Abu Daud). Mengapa? Karena mengingat mati adalah pendorong kuat untuk beramal soleh yang ada dalam diri orang beriman.

9. Tidak Mengkaji Kehidupan Umat Terdahulu Yang Soleh (Sahabat dan 2 Generasi Setelahnya).

Mereka merupakan manusia terbaik yang dekat dengan masa kenabian. Seluruh keutamaan terkumpul dalam diri mereka. Lihatlah kekhusyukan mereka dalam solat, solat malam mereka, solat berjamaah mereka, bakti mereka kepada orang tua, zuhud mereka, keteguhan mereka dalam mencari ilmu, dan sebagainya.karena kurang mengetahui kehidupan mereka, maka hati kita jadi keras, sombong, ujub, sudah merasa cukup beramal dan berjasa besar terhadap Islam.

Siapalah kita dibandingkan mereka?

Akhir kalam,
mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala cairkan hati-hati kita yang mulai membeku karena Dialah yang menguasai hati-hati hamba-Nya.

Wallahu’alam.
(Sumber Rujukan: Tazkiyatun Nafs, dll)

Posted in Shaidul Khathir | Leave a comment

Ayat Ayat Cinta

Desir pasir di padang tandus
Segersang pemikiran hati
Terkisah ku di antara cinta yang ruhi
Bila keyakinanku datang
Kasih bukan sekadar cinta
Pengorbanan cinta yang agung kupertaruhkan

Maafkan bila ku tak sempurna
Cinta ini tak mungkin ku cegah
Ayat-ayat cinta bercerita
Cintaku padamu
Bila bahagia mulai menyentuh
Seakan ku bisa hidup lebih lama
Namun harus kutinggalkan cinta
Ketika ku bersujud

Bila keyakinanku datang
Kasih bukan sekedar cinta
Pengorbanan cinta yang agung Kupertaruhkan
Maafkan bila ku tak sempurna

Cinta ini tak mungkin ku cegah
Ayat-ayat cinta bercerita
Cintaku padamu
Bila bahagia mulai menyentuh
Seakan ku bisa hidup lebih lama
Namun harus kutinggalkan cinta
Ketika ku bersujud

Posted in Movies, Musics | 9 Comments

Darah Juang

Kami Mahasiswa Indonesia mengaku berbangsa satu,
bangsa yang gandrung akan keadilan.

Kami Mahasiswa Indonesia mengaku bertanah air satu,
tanah air tanpa penindasan.

Kami Mahasiswa Indonesia mengaku berbahasa satu,
bahasa kebenaran

***
Di sini negeri kami
tempat padi terhampar luas
samuderanya kaya raya
tanah kami subur, Tuhan.

Di negeri permai ini
berjuta rakyat bersimbah luka
anak kurus tak sekolah
pemuda desa tak kerja

Mereka dirampas haknya
tergusur dan lapar

Bunda, relakan darah juang kami
tuk membebaskan rakyat

padamu kami berjanji
padamu kami berbakti
tuk membebaskan rakyat

****

Darah Juang adalah lagu perjuangan mahasiswa Indonesia yang lahir di era reformasi sejak menjelang jatuhnya Orde Baru. Lagu ini karangan aktivis John Sonny Tobing, Ketua KM UGM pertama mahasiswa Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta sekitar tahun 1990. Lirik lagu ini dikerjakan bersama Andi Munajat (Fakultas Filsafat UGM)

Lagu ini kemudian kerap dinyanyikan dan dianggap sebagai lagu wajib dalam setiap demonstrasi mahasiswa di seluruh Indonesia.

Hidup Mahasiswa!!!

Posted in Musics | 4 Comments